Laman

Berita Terkini : Film Indonesia

Rabu, 24 September 2014

7 Serangan Hacker yang Menghebohkan Dunia

7 Serangan Hacker yang Menghebohkan Dunia


Kiprah para hacker menarik untuk diikuti, terlebih setelah munculnya kasus pencurian foto bugil selebriti Hollywood papan atas. Di masa lalu, ada berbagai kasus serangan cyber oleh para hacker yang lebih canggih dan sistematis. Apa saja contohnya?

Cyberwar atau perang cyber antar negara misalnya, biasanya dilakukan secara sistematis dengan bantuan para hacker handal. Dan sasaran serangan biasanya infrastruktur penting sebuah negara. Namun ada pula hacker individu yang karena kepandaiannya berhasil melancarkan serangan cyber yang hebat.

Serangan hacker apa saja yang dinilai cukup menghebohkan? Berikut di antaranya yang detikINET kutip dari berbagai sumber.

1. Titan Rain


China diduga kuat mengembangkan kapabilitas serangan cyber luar biasa yang ditujukan untuk memata-matai negara lain. Terutama Amerika Serikat.

Pada tahun 2003, China dilaporkan melancarkan serangan cyber besar-besaran ke Amerika Serikat yang dijuluki sebagai serangan Titan Rain. Serangan ini berlangsung terus menerus selama tiga tahun dan menyasar institusi penting di Negeri Paman Sam.

Asal serangan diketahui berasal dari beberapa lokasi di China. Meskipun tidak dapat dipastikan apakah pelakunya individu atau memang sengaja disponsori oleh negara Asia tersebut.

Sasaran serangan seperti NASA, Lockheed Martin, dan Sandia National Laboratories. Dan selain AS, operasi Titan Rain dilaporkan juga menyasar negara lain, seperti Inggris.

Menurut laporan media The Guardian ketika itu, serangan asal China menyasar Kementerian Luar Negeri setempat untuk mendapatkan informasi berharga.

2. Estonia Lumpuh

Pada 27 April 2007, serangan cyber besar-besaran melanda Estonia. Sasaran serangan adalah institusi penting setempat seperti parlemen, bank, kementerian, sampai media massa.

Kebanyakan serangan berjenis distributed denial of service dengan berbagai macam metode. Selain itu, metode spamming dan deface juga marak dilakukan oleh para pelakunya.

Beberapa pengamat meyakini serangan ini adalah salah satu yang paling canggih dan sistematis. Banyak yang beranggapan pelakunya didukung negara. Dalam hal ini, tuduhan mengarah ke Rusia.

Konon serangan dilakukan sebagai protes kebijakan Perdana Menteri Andrus Ansip. Protes terjadi karena Ansip membongkar sebuah monumen tentara Rusia dari ibu kota Estonia, Stallin.

Menteri luar negeri Estonia, Urmas Paet menuding Rusia terlibat secara langsung dalam serangan tersebut. Namun mereka tidak dapat mengajukan buti kuat dan pihak Rusia pun membantahnya.

Awal tahun 2012, seorang hacker beretnis Rusia dihukum di Estonia. Dmitri Galushkevic adalah hacker pertama yang dihukum karena melancarkan serangan tersebut.

3. Stuxnet

 Pada tahun 2010, kegegeran tejadi di Iran. Sebuah virus komputer yang sangat canggih menyasar fasilitas nuklir mereka.

"Indikasinya, pembuat Stuxnet ingin masuk ke dalam sistem dan tidak ditemukan untuk waktu lama dan melakukan perubahan secara perlahan dan diam-diam, tanpa menimbulkan kegagalan sistem," tulis Liam O Murchu, peneliti Symantec Security Response ketika itu.

Awalnya, Stuxnet dikira sebagai worm biasa yang cukup canggih. Tapi, peneliti kemudian menemukan worm itu menargetkan sistem khusus 'supervisory control and data acquisition' (SCADA).

SCADA digunakan untuk mengendalikan sistem pipa, pembangkit listrik tenaga nuklir dan perangkat manufaktur lainnya. Karena kecanggihannya, Stuxnet kemungkinan besar adalah buatan sebuah negara.

Lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa Stuxnet dirancang untuk melakukan pencegatan perintah spesifik dari SCADA ke fungsi tertentu. Meski belum bisa dipastikan apa, namun temuan terbaru menguatkan dugaan bahwa targetnya adalah PLTN Bushehr atau Natanz di Iran.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengkonfirmasi dampak serangan virus Stuxnet pada fasilitas nuklir Iran. Beberapa kerusakan diakuinya telah terjadi.

"Spesialis kami telah menghentikan (virus itu) dan mereka tak akan bisa melakukan (kerusakan) lagi," lanjut Ahmadinejad. Pemerintah Iran meyakini, dalang serangan ini adalah Amerika Serikat atau Israel.

Beberapa saat kemudian, Iran kembali diserang oleh Duqu, virus yang dinilai sebagai kembaran Duqu. Kesamaan sifat Duqu dan Stuxnet memunculkan spekulasi bahwa malware ini dibuat oleh orang yang sama atau penjahat cyber di balik Stuxnet memberikan kode ke pengembang Duqu.

4. Flame


Pada tahun 2012, lagi-lagi Iran terkena serangan cyber nan canggih. Kali ini, virus tersebut dinamakan sebagai Flame yang diduga turunan dari Stuxnet.

Pejabat senior Iran mengklaim jaringan komputer yang menangani sektor minyak Iran diserang salah satu virus komputer paling perkasa saat ini, Flame.

Virus ini punya kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni 'menyambar' setiap data yang ada dan 'menguping' di komputer si pengguna.

"Para ahli di Iran saat ini telah memproduksi semacam anti virus yang bisa mengidentifikasi dan membersihkan Flame dari komputer," kata Ali Hakim Javadi, Deputi Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi Iran.

Banyak penelitian keamananan menyebutkan Flame sejatinya memang disponsori suatu negara. Analis di Symantec menemukan virus kompleks tersebut menggunakan mesin 'honeypot' dan memperhitungkan 'suicide code' yang mereka kirimkan akan menghapus semua jejak keberadaan Flame pada komputer yang terinfeksi.

5. Serangan ke NASA

Gary McKinnon adalah seorang hacker asal Inggris yang melancarkan serangan yang disebut sebagai hack komputer militer terbesar sepanjang masa. Sampai-sampai dia ditangkap dan terancam hukuman berat oleh pemerintah AS.

McKinnon menyerbu 97 komputer milik NASA dan militer AS. Ia melakukannya selama 13 bulan antara Februari 2001 sampai Maret 20012 di rumah pacarnya di London.

Otoritas AS mengklaim dia menghapus file sangat penting dan mematikan 2000 komputer milik militer selama 24 jam. McKinnon juga menyatakan bahwa keamanan komputer di AS seperti sampah.

McKinnon juga mengkopi berbagai data penting dan password ke komputer pribadinya. Sampai sekarang, kasus McKinnon belum selesai. Pemerintah Inggris dan AS masih tarik ulur soal apakah ia akan diadili di Inggris atau diekstradisi ke AS.

6. Anonymous

Anonymous adalah kelompok hacker yang bergerak di bidang hacktivism. Mereka biasanya melancarkan serangan untuk memprotes kebijakan pemerintah tertentu, misalnya penyensoran internet.

Salah satu serangan menggegerkan yang dilakukan Anonymous terjadi pada awal tahun 2012. Memprotes kebijakan Stop Online Piracy Act (SOPA), Anonymous melancarkan serangan besar besaran pada berbagai website penting.

Seperti Departemen Kehakiman AS, FBI, Universal Music Group, Recording Industry Association of America (RIAA), Motion Picture Association of America (MPAA), dan Broadcast Music, Inc.

Situs situs tersebut sempat rubuh beberapa saat. Majalah Time sempat memasukkan Anonymous sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh di 2012.


7. Kevin Mitnick

 Di kalangan hacker dunia, sosok Kevin Mitnick adalah legenda. Dalam usia 16 tahun, Kevin sudah membobol sistem komputer Digital Equipment Corporation dan Pacific Bell. Kemudian aksinya semakin menjadi-jadi.

Pada awal 1990-an, Mitnick diketahui membobol jaringan perusahaan besar termasuk Motorola, NEC Corporation, Sun Microsystems dan Fujitsu Siemens.

Ia juga pernah 'menginvasi' komputer FBI. Mitnick pun pernah dinobatkan sebagai penjahat komputer most wanted sebelum akhirnya ditangkap aparat pada tahun 1995.

Dia dijatuhi hukuman selama 46 bulan. Saat ini, pria kelahiran tahun 1963 itu sudah tobat dan antara lain menjalani profesi sebagai konsultan sekuriti.

7 Serangan Hacker yang Menghebohkan Dunia
sumber: http://inet.detik.com/read/2014/09/03/110710/2679830/398/8/7-serangan-hacker-yang-menghebohkan-dunia

Sabtu, 04 Januari 2014

FBI Akui Intip Seluruh Penguna Internet

FBI Akui Intip Seluruh Penguna Internet - Entah disengaja atau tidak, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengakui bahwa selama ini mereka memang mengintai pengguna komputer. Hal itu dilakukan demi alasan keamanan.

Baru-baru ini FBI memburu seorang tersangka yang diduga terlibat dengan aksi teroris. Uniknya, FBI mengejar buruannya itu dengan menggunakan malware.

Malware tersebut diklaim sangat canggih, sampai-sampai bisa mengaktifkan sebuah webcam di komputer tanpa diketahui pemiliknya. Malware itu pun kemudian bisa merekam dan mengirim gambar yang sudah ditangkap.

Hal ini pun diakui oleh Marcus Thomas, mantan asisten direktur Divisi Operasional Teknologi FBI, ia mengatakan bahwa hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun.

Seperti dikutip detikINET dari Washington Post, Senin (9/12/2013). FBI mengklaim bahwa hal ini sengaja dilakukan untuk memburu para teroris, contohnya adalah kasus perburuan tersangka dengan inisial 'Mo' yang tengah diburu.

FBI dengan kesatuan hacker mereka, berhasil melacak keberadaan 'mo' dengan bantuan malware. Program tersebut juga bisa memberikan data kapan dan di mana terakhir 'mo' online dan login ke dalam akun emailnya.

Namun sayangnya, meski diklaim hanya untuk memburu tersangka teroris, pada kenyataannya FBI juga memata-matai pengguna internet lainnya yang belum tentu terlibat dengan masalah hukum.

Hacker China Dituding Mata-matai Eropa


Hacker China Dituding Mata-matai Eropa - Tanpa sadar, komputer kementerian luar negeri dari 5 negara di Eropa telah disusupi aplikasi mata-mata. Konon aplikasi tersebut berasal dari China.

Hal itu diungkapkan oleh FireEye Security, salah satu lembaga keamanan asal California, Amerika Serikat. Mereka menduga bahwa peretas China dengan nama Ke3chang sudah melakukan menyadapan sejak 2010 silam.

Ada 5 negara yang menjadi korban yakni, Republik Ceko, Portugal, Bulgaria, dan Latvia. Tidak diketahui apakah serangan ini juga didukung oleh pemerintah Negeri Tirai Bambu.

Ke3chang sendiri diprediksi merupakan sebuah kelompok besar yang memiliki target serangan khusus. Tapi berbeda dengan kelompok hacker lainnya, kebanyakan target kawanan ini adalah lembaga pemerintah.

"Tidak seperti grup lain yang cenderung menyerang segmen komersial, aksi ini memang ditujukan untuk menyerang kementerian luar negeri," kata Nart Villeneuve, peneliti yang membantu riset FireEye Security.

Hingga kini belum diketahui data apa saja yang berhasil diambil peretas tersebut. Tapi jika memang sudah berlangsung sejak 2010, bukan tidak mungkin mereka telah mengantongi data sensitif. Demikian yang dikutip detikINET dari New York Times, Jumat (20/12/2013).

Ini Dia Pembobol Facebook Wakil Ketua MPR

Ini Dia Pembobol Facebook Wakil Ketua MPR - Nurhamdi Irawan Pulungan (29), pemuda penjebol Facebook milik Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari sudah ditahan Polda Metro Jaya. Pemuda tidak tamat STM itu ditahan di Asahan, Sumatera Utara. Ini dia sosoknya.

Foto Nurhamdi ini didapatkan dari sumber detikcom. Dia mengakui perbuatannya itu pada sepupunya. "Dia pernah termenung, dan punya firasat bakal ada polisi yang datang menjemput, itu sebelum ditahan. Dia bilang sama sepupu saya satu lagi, 'Diam-diam saja yah, Wakil Ketua MPR, kujebol passwordnya'. Sepupu saya itu mengingatkan, 'Hei, hati-hatilah kau'," kata sepupu Nurhamdi, Ari Pandanu ketika dihubungi detikcom, Kamis (26/12/2013.

Ari sempat menjenguk Nurhamdi saat ditahan di Polres Asahan. Saat itu, Nurhamdi diam saja dan baru menjawab kalau ditanya. "Kenapa kau mesti jebol Wakil Ketua MPR?" tanya Ari pada sepupunya itu yang lantas dijawab, "Cuma iseng".

Kini, Nurhamdi meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya setelah dijemput dari kampungnya pada 24 Desember 2013 malam dan sempat menginap di tahanan Polres Asahan.

Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Edy Suwandono mengatakan Nurhamdi dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Nurhamdi masih diperiksa intensif penyidik di Polda Metro Jaya. "Iya betul, kita tangkap yang bersangkutan atas tindak pidana pembobolan akun Facebook milik Wakil Ketua MPR, Pak Hajriyanto Thohari," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Edy Suwandono saat dihubungi detikcom, Rabu (26/12/2013).

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari ketika dikonfirmasi mengapresiasi penahanan Nurhamdi itu. Dia melapor ke Polda Metro Jaya pada awal bulan ini karena akunnya itu tak hanya dijebol, melainkan dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.

"Begitu di-hack saya biarkan saja. Tetapi begitu mulai ada beberapa korban penipuan yang memberi tahu saya, saat itulah saya ambil keputusan lapor Polisi," imbuh politisi dari Partai Golkar ini ketika dikonfirmasi detikcom hari ini.

Dia menambahkan melaporkan ke polisi karena tidak mau korban pemerasan transfer pulsa yang adalah teman-teman dan kerabatnya makin banyak. "Korbannya sudah sangat banyak, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah. Karena itulah saya melaporkan ke Polisi," imbuh dia.